KOTA CIREBON — Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja di berbagai bidang, termasuk birokrasi. Bagi aparatur sipil negara (ASN), perkembangan tersebut menuntut kemampuan baru agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan tanpa menggeser peran manusia dalam mengambil keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Tubagus Muhammad Maulana Yusuf, S.Kom., saat menjadi pemateri dalam Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 dengan kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah, Senin (7/9/2026).

Pembekalan bertema “ASN Adaptif di Era Digital: Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik” tersebut merupakan bagian dari orientasi yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cirebon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) secara daring pada 7–9 September 2026. Kegiatan diikuti sekitar 700 peserta PPPK dari berbagai perangkat daerah.

68a7ab5d-d4e0-455c-86da-6c599a21b651.webp

Dalam pemaparannya, Tubagus menempatkan AI sebagai alat bantu yang dapat meringankan pekerjaan administratif sehari-hari, bukan pengganti ASN.

“AI itu bukan sebuah ancaman, tapi AI adalah asisten pintar kita untuk membantu pekerjaan tugas kita sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Tubagus, kebutuhan terhadap layanan pemerintahan yang cepat dan responsif juga semakin kuat seiring perubahan kebiasaan masyarakat. Warga kini terbiasa menggunakan layanan digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemesanan makanan hingga transportasi secara daring.

“Masyarakat sudah terbiasa dengan layanan yang cepat, responsif, dan transparan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar birokrasi tidak tertinggal dari kebiasaan masyarakat yang sudah lebih dulu beradaptasi dengan teknologi,” jelasnya.

8b7e5df0-33bb-4f75-8c1d-4e89a740f51f.webp

Adaptasi digital, lanjut Tubagus, tidak cukup dengan kemampuan menggunakan berbagai aplikasi AI. ASN juga perlu memiliki literasi data, literasi AI, berpikir kritis, dan growth mindset agar mampu memahami sekaligus menilai hasil yang diberikan teknologi.

Output dari AI itu jangan langsung digunakan. Kita memang harus memvalidasi lagi, informasi apa, sesuai tidak, ketentuannya seperti apa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan peserta mengenai empat pilar literasi digital nasional, yaitu digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah keamanan data ketika menggunakan platform AI publik.

“Dilarang keras memasukkan data rahasia seperti NIK, rekam medis, atau informasi sensitif lainnya ke dalam platform AI publik terbuka,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan AI dapat diterapkan dalam berbagai pekerjaan pemerintahan. Teknologi tersebut, misalnya, dapat membantu membuat notulensi melalui AI speech-to-text, menyusun RPP bagi guru, memprediksi lonjakan penyakit musiman di bidang kesehatan, hingga mengembangkan chatbot layanan publik berdasarkan pertanyaan yang sering diajukan masyarakat. Namun, penggunaan tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan dan kendali manusia.

“Bapak-Ibu yang bertanggung jawab terhadap output yang dilakukan oleh AI apabila tidak diperiksa kembali. AI adalah alat bantu, bukan pengganti keputusan dan tanda tangan pejabat,” tuturnya.

Untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif, Tubagus membagikan lima langkah yang dapat diterapkan ASN, yakni menguasai minimal satu tools AI, membiasakan pengambilan keputusan berbasis data, menjaga keamanan digital, membangun kolaborasi lintas perangkat daerah, serta terus mengikuti pelatihan digital yang tersedia melalui BKN, BKPSDM, maupun program Digital Talent Scholarship Kementerian Komunikasi dan Digital.

d6111787-bbc7-4c8b-a39d-96f671d66052.webp

Tubagus juga mengingatkan bahwa percepatan kerja melalui teknologi tetap perlu berjalan bersama nilai dasar pelayanan publik.

“Jadilah ASN Kota Cirebon yang tidak hanya cerdas secara digital, tapi juga kaya empati dan tinggi integritas. Itulah ASN adaptif sejati,” pungkasnya.

Orientasi PPPK tersebut dipandu moderator Olly Indira Febianty, S.Psi., dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi bersama peserta dari berbagai perangkat daerah.

Penulis: Alda Fuadiyah
Penyunting: Elsi Yuliyanti
Dokumentasi: Putri Amelia

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon, 45134
https://dkis.cirebonkota.go.id
Instagram: @dkiskotacirebon @pemdakotacrb @ppidlapor.cirebonkota