KOTA CIREBON — Bayangkan pada pagi hari yang sibuk, seorang ibu rumah tangga di Kota Cirebon hendak memastikan harga kebutuhan pokok sebelum berbelanja ke pasar. Seorang pengusaha kecil ingin mengecek kewajiban pajaknya, sementara warga lain sedang mengurus surat pengantar dari kelurahan untuk keperluan administrasi.
Tiga kebutuhan berbeda, tiga urusan yang sebelumnya dapat membawa warga ke layanan dan kanal yang berbeda. Namun kini, berbagai kebutuhan tersebut dapat ditemukan dalam satu tempat, yaitu aplikasi bernama SEDULUR.
SEDULUR merupakan singkatan dari Sistem Elektronik Terpadu Layanan untuk Rakyat. Aplikasi ini lahir dari gagasan untuk menyatukan layanan publik Kota Cirebon yang sebelumnya tersebar di berbagai perangkat daerah ke dalam satu portal digital.
Nama “Sedulur” sendiri terasa akrab di telinga masyarakat Cirebon. Dalam bahasa Jawa, sedulur berarti saudara. Seolah menegaskan filosofi di baliknya, yakni menjadi saudara yang selalu siap membantu warga dalam setiap urusan sehari-hari dengan pemerintahan kota.
Ketika Beragam Urusan Warga Dipertemukan dalam Satu Akses
Perjalanan SEDULUR tidak lahir dalam satu malam. Gagasan pengembangannya mulai dirintis sekitar 2018 hingga 2019, sebelum resmi diluncurkan pada 2021. Rentang waktu tersebut menggambarkan proses pemetaan layanan dan koordinasi antarperangkat daerah yang dibutuhkan untuk menyatukan berbagai layanan dalam satu wadah digital.
Setiap perangkat daerah memiliki sistem dan data layanan masing-masing. Menyatukannya ke dalam satu portal membutuhkan penyesuaian, koordinasi, serta proses teknis yang tidak sederhana.
Semangat di balik peluncuran SEDULUR cukup jelas, yaitu memberikan kemudahan bagi masyarakat agar tidak perlu lagi berpindah-pindah aplikasi atau mendatangi beberapa kantor berbeda untuk menyelesaikan urusan yang sebenarnya dapat dirampingkan.
Dengan satu pintu digital untuk warga, harapannya lebih mudah menemukan layanan yang mereka butuhkan. Lebih jauh lagi, integrasi ini diharapkan membuat layanan kota berjalan lebih cepat dan transparan, dua hal yang selalu menjadi harapan masyarakat terhadap layanan pemerintahan.
Layanan yang Dekat dengan Kebutuhan Sehari-hari
Daya tarik SEDULUR terletak pada layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan sehari-hari warga. Salah satunya informasi pajak Kota Cirebon yang memungkinkan warga memantau kewajiban pajaknya tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor pelayanan.
Ada pula fitur informasi harga pangan yang membantu warga mengetahui perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar. SEDULUR juga menyediakan Komunitas Pangan sebagai ruang informasi dan diskusi mengenai ketahanan pangan.
Untuk kebutuhan perpajakan lainnya, tersedia informasi mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Informasi tersebut dapat membantu warga memperoleh gambaran awal mengenai kewajiban yang perlu diperhatikan ketika melakukan transaksi properti.
Layanan lain juga tersedia melalui Satu Data untuk mengakses data statistik dan informasi pembangunan Kota Cirebon, JDIH Online untuk menelusuri produk hukum daerah, serta SPTPD Online yang mendukung pelaporan dan pembayaran pajak daerah secara mandiri.
Jumlah layanan yang beragam tersebut membuat SEDULUR tidak berhenti sebagai tempat untuk mengakses satu jenis pelayanan. Aplikasi ini dirancang sebagai portal terpadu yang mempertemukan berbagai kebutuhan warga dalam satu akses.
Dari sisi pengalaman pengguna, warga dapat memilih layanan sesuai kebutuhan setelah melakukan login. Mekanisme tersebut membuat menu layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga keberadaan banyak layanan tidak serta-merta membuat aplikasi terasa rumit.

Di Balik Layar, Ada Sistem yang Menghubungkan Pelayanan
Yang terlihat oleh warga melalui layar aplikasi hanyalah satu bagian dari SEDULUR. Di baliknya terdapat sistem lain yang mendukung proses pelayanan di tingkat kelurahan.
SEDULUR memiliki dua sisi layanan dengan fungsi berbeda. Pertama, portal layanan publik yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun mengakses layanan.
Kedua, terdapat sistem elektronik administrasi kelurahan yang digunakan operator kelurahan untuk memproses berbagai pengajuan warga. Sistem tersebut mendukung pengelolaan kebutuhan administrasi seperti surat pengantar, dokumen kependudukan, hingga layanan yang berkaitan dengan pencatatan sipil.
Kedua sisi tersebut memiliki fungsi masing-masing, tetapi diarahkan untuk semakin terintegrasi pada pengembangan berikutnya. Dengan integrasi yang lebih dalam, permohonan yang diajukan warga melalui portal digital dapat diteruskan ke proses yang dilakukan operator kelurahan dengan alur yang lebih mulus.
Di titik inilah kualitas digitalisasi pelayanan benar-benar diuji. Kemudahan yang dirasakan warga di layar perlu diikuti proses kerja yang efisien di belakangnya.
Menyatukan Layanan, Menata Sistem di Belakangnya
Menyatukan berbagai layanan dari perangkat daerah ke dalam satu aplikasi tentu membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan teknologi. Setiap layanan perlu dipetakan, dikomunikasikan dengan pengelolanya, kemudian disiapkan agar dapat diintegrasikan dan dipublikasikan.
Koordinasi antarperangkat daerah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masing-masing perangkat daerah memiliki karakteristik layanan, sistem, dan kebutuhan yang berbeda sehingga perlu disesuaikan sebelum masuk ke dalam ekosistem SEDULUR.
Dalam proses tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon berperan sebagai pengarah sekaligus fasilitator dalam pemetaan layanan teknologi informasi. DKIS juga berperan dalam memastikan layanan melalui proses pengujian keamanan sistem sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, pengembangan SEDULUR tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak layanan yang dapat ditambahkan, tetapi juga bagaimana layanan tersebut dapat terhubung, aman, dan berfungsi dengan baik ketika digunakan warga.
Membawa Layanan Publik Lebih Dekat ke Konsep Smart City
Ke depan, SEDULUR diarahkan untuk mendukung pengembangan smart city Kota Cirebon dengan menghubungkan layanan dari berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari perizinan, perpajakan, hingga informasi harga bahan pokok.
Pengembangan teknis juga mencakup penyempurnaan tampilan antarmuka agar semakin ramah pengguna serta perluasan platform ke sistem operasi iOS yang saat ini belum tersedia.
Integrasi yang lebih dalam antara portal layanan publik dan sistem administrasi kelurahan juga menjadi bagian dari pengembangan berikutnya. Tujuannya, alur antara layanan yang diakses warga dan proses yang dikerjakan operator kelurahan dapat semakin terhubung sebagai satu rangkaian pelayanan.
Pada akhirnya, SEDULUR merepresentasikan upaya Pemerintah Kota Cirebon untuk membuat layanan publik lebih dekat dengan kebutuhan warga. Perjalanannya masih menyisakan pekerjaan, mulai dari pemetaan layanan, integrasi antarsistem, hingga memastikan setiap perangkat daerah konsisten menyediakan informasi dan layanan yang bermanfaat.
Seiring waktu, dengan semakin banyak layanan yang terintegrasi dan semakin matangnya koordinasi antarperangkat daerah, SEDULUR berpotensi menjadi salah satu identitas digital Kota Cirebon dalam menyambut era smart city, sebuah kota yang tidak hanya cerdas dalam insfrastukturnya, tetapi juga hangat dalam melayani warganya, sebagaimana makna yang terkandung dalam namanya: SEDULUR.
Olah Data dan Olah Grafis: Putri Amelia (Mahasiswa Magang Universitas Gunung Jati)
Pembimbing: Elsi Yuliyanti
Penyunting: Bidang Layanan Pemerintah Digital DKIS Kota Cirebon
Program Pembimbingan Magang dan PKL
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon, 45134
https://dkis.cirebonkota.go.id
Instagram: @dkiskotacirebon @pemdakotacrb @ppidlapor.cirebonkota