KOTA CIREBON — Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran akan risiko di ruang digital. Mulai dari melindungi data pribadi, mengatur waktu penggunaan gawai, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon melalui program Pintar Jaga Etika dan Ramah Digital (PIJAR) Goes to School di SMP Negeri 6 Kota Cirebon, Kamis (15/10/2026).

Mengusung tema “Menyalakan Literasi Digital, Membangun Generasi Berkarakter”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan penggunaan teknologi yang aman, kritis, dan bertanggung jawab melalui materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar.

b65bac02-9a54-46fe-a9d9-9a184ab51f8f.webp

Ketua DWP Unit DKIS Kota Cirebon, Ny. Rury Maulana, menyampaikan bahwa program PIJAR hadir sebagai gerakan literasi digital untuk membentuk pelajar Kota Cirebon yang cerdas, aman, kreatif, berkarakter, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini juga sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kepala SMP Negeri 6 Kota Cirebon, Yudi Taryadi, M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi literasi digital dapat dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak pelajar memperoleh pemahaman mengenai penggunaan teknologi yang aman dan bijak.

cd04ab7f-fec3-4e37-8f23-211624461726.webp

Materi pertama disampaikan oleh Dea Deliana Dewi, S.I.Kom., anggota Relawan TIK (RTIK) Kota Cirebon, dengan tema “Menjadi Remaja Digital yang Cerdas dan Aman, Etika Digital dan Memahami PP TUNAS”. Siswa diajak memahami risiko aktivitas di internet, termasuk penyalahgunaan data pribadi, perundungan siber, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta jejak digital yang dapat bertahan lama.

Dea mengingatkan siswa agar lebih berhati-hati sebelum membagikan sesuatu di media sosial. “Data pribadi harus tetap dijaga, dan kalau ingin update status jangan lupa pikir dahulu,” pesannya kepada para siswa.

Ia juga mengenalkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak atau PP TUNAS, yang berkaitan dengan perlindungan anak dalam penggunaan layanan digital.

d87b81a5-9aa4-4979-8776-975244cf2fee.webp

Penggunaan gawai secara bijak menjadi bahasan berikutnya dalam materi “Jadi Bos untuk HP-mu, Bukan Sebaliknya: Aman di Dunia Maya, Brain Rot, dan Screen Time” yang disampaikan Muhammad Sulton Hasan Wibowo, S.T., Sandiman Ahli Pertama DKIS Kota Cirebon.

Sulton mengajak siswa mengevaluasi waktu yang dihabiskan di depan layar dan menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dengan belajar, istirahat, olahraga, serta interaksi sosial. Penggunaan gawai secara berlebihan dapat menyita waktu tanpa disadari dan mengurangi kesempatan untuk melakukan kegiatan lain yang menunjang perkembangan diri.

“Selain mengatur waktu penggunaan HP, kita juga harus menjaga data pribadi. Jangan sembarangan membagikan kata sandi, alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, atau informasi sekolah di internet,” pesannya.

5bb31a92-20bc-408e-8068-9bd29222594b.webp

Materi selanjutnya membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pembelajaran. Elsi Yuliyanti, S.I.Kom., M.A., anggota Bidang Sosial Budaya DWP Unit DKIS, menyampaikan materi “AI sebagai Teman Belajar, Bukan Jalan Pintas”.

“AI bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi tambahan, memahami materi yang belum dikuasai, dan mengembangkan ide. Namun, jangan langsung menyalin jawaban yang diberikan AI. Kita tetap perlu memeriksa kebenaran informasinya, memahami isinya, dan mengerjakan tugas dengan pemikiran sendiri,” jelas Elsi.

Elsi menekankan bahwa AI seharusnya membantu siswa memahami materi, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, siswa perlu memeriksa kebenaran informasi, mengolah gagasan secara mandiri, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.

1f2815e5-ed91-4ab5-a963-f0575e831e51.webp

Selain materi tersebut, program PIJAR Goes to School turut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon. Edukasi tambahan mencakup kewaspadaan terhadap pinjaman daring ilegal, judi daring, dan investasi ilegal, serta transaksi pembayaran nontunai. Kegiatan juga dikemas melalui seminar interaktif, lokakarya, permainan edukatif, dan kuis digital.

48e89df5-caac-4a94-9730-ba1f791dbd32.webpa4becda0-f5af-4a80-925e-60ecb6812864.webp

Pelaksanaan di SMP Negeri 6 Kota Cirebon menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk mengevaluasi program sebelum diperluas ke sekolah-sekolah lain. Ketua DWP Unit DKIS Kota Cirebon, Ny. Rury Maulana, berharap PIJAR dapat berjalan secara rutin dan menjangkau lebih banyak pelajar. Ke depan, program ini ditargetkan berlangsung setiap bulan dengan cakupan minimal satu sekolah di setiap kecamatan.

Program ini juga direncanakan berkembang melalui sejumlah kegiatan pendukung, seperti PIJAR Talk, PIJAR Challenge, PIJAR Ambassador, dan PIJAR Awards.

Penulis: Lulu Nur Indah Sari
Penyunting: Elsi Yuliyanti
Dokumentasi: Tim Dokumentasi PIJAR

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon, 45134
https://dkis.cirebonkota.go.id
Instagram: @dkiskotacirebon @pemdakotacrb @ppidlapor.cirebonkota