KOTA CIREBON — Mahasiswa baru STMIK IKMI Cirebon dibekali pemahaman mengenai perkembangan transformasi digital dan arah pengembangan Smart City di Kota Cirebon dalam kegiatan "Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027", Senin (28/9/2026). Mengusung tema “GASPOL DIGITAL (Generasi Adaptif, Solutif, Progresif, Optimis, dan Literasi Digital)”, kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Tubagus Muhammad Maulana Yusuf, S.Kom., sebagai narasumber.
Melalui materi "Peran Perguruan Tinggi dalam Transformasi Digital dan Smart City di Kota Cirebon", mahasiswa diajak melihat peluang keterlibatan mereka dalam menjawab persoalan transformasi digital pemerintahan dan masyarakat.

“Terkait digitalisasi di Kota Cirebon, pertanyaannya sekarang adalah siapa yang akan membangun, mengelola, dan mengamankan ekosistem digital itu. Teman-teman mahasiswa bidang teknologi informasi yang sekarang hadir di PKKMB ini punya ruang yang besar untuk mengambil bagian di dalamnya,” ujar Tubagus membuka paparan.
Tubagus menjelaskan, transformasi digital Pemerintah Kota Cirebon telah dikembangkan melalui berbagai sistem dan layanan. Kota Cirebon pada 2017 terpilih di antara 25 kabupaten/kota sebagai kota menuju Smart City atau Kota Cerdas dan sejak saat itu mengembangkan sejumlah solusi digital.
Namun, menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi.
“Program, sistem, dan aplikasi tidak akan berjalan optimal apabila infrastruktur digitalnya belum baik. Karena itu, infrastruktur menjadi fondasi. Kota Cirebon membangun konektivitas melalui jaringan fiber optik dan WiFi publik untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital,” jelasnya.

Semakin banyak layanan dan aktivitas berlangsung secara digital, semakin besar pula data yang perlu dikelola dan diamankan.
“Setiap aktivitas digital menghasilkan data. Ketika kita menggunakan media sosial atau berbagai aplikasi, aktivitas itu direkam dan menjadi bagian dari data yang tersimpan di server. Karena itu, transformasi digital juga berbicara tentang bagaimana data tersebut dikelola dan diamankan,” katanya.
Di tengah perkembangan tersebut, Tubagus mengidentifikasi sejumlah persoalan yang dapat menjadi ruang belajar dan inovasi bagi mahasiswa, mulai dari integrasi data, kemudahan layanan publik, keamanan siber, hingga kesenjangan literasi digital.

Dari persoalan tersebut, keamanan siber menjadi perhatian penting seiring semakin terhubungnya data dan layanan digital.
“Kalau keamanan tidak dipikirkan sejak awal, risikonya adalah kebocoran dan manipulasi data hingga serangan ransomware. Karena itu, kebutuhan terhadap cybersecurity analyst, ethical hacker, audit keamanan, dan penetration testing juga menjadi ruang yang bisa dipelajari mahasiswa,” katanya.
Selain keamanan, kemudahan layanan publik juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam digitalisasi. Menurut Tubagus, teknologi seharusnya memudahkan masyarakat, bukan justru menambah kerumitan.
“Masih ada layanan yang mengharuskan masyarakat datang langsung, mengurus dokumen, dan melalui proses manual. Ini bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan aplikasi yang user-friendly dengan UI/UX yang inklusif dan dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat,” jelasnya.

Tubagus kemudian mendorong mahasiswa agar mulai mengenali persoalan digital sejak awal masa kuliah untuk dikembangkan menjadi riset maupun solusi teknologi.
“Perguruan tinggi harus menjadi hub yang mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan komunitas IT. Di sini juga sebagai laboratorium inovasi untuk mengembangkan solusi nyata, sekaligus menjadi tempat mencetak talenta digital seperti developer, data analyst, dan cybersecurity expert yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Di tengah percepatan transformasi digital, berbagai persoalan di Kota Cirebon membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan di bidang teknologi. Ruang itulah yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru STMIK IKMI Cirebon melalui paparan mengenai transformasi digital dan Smart City, dengan persoalan kota sebagai bahan belajar, riset, dan karya teknologi yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Penulis: Elsi Yuliyanti
Penyunting: Meisari
Dokumentasi: Lintang Rahadian
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon, 45134
https://dkis.cirebonkota.go.id
Instagram: @dkiskotacirebon @pemdakotacrb @ppidlapor.cirebonkota