KOTA CIREBON — Upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan di Co-Working Space DKIS Kota Cirebon, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dalam menyukseskan pendataan ekonomi nasional.
Acara dihadiri oleh Kepala Bidang Statistik Sektoral DKIS Kota Cirebon, Ketua Tim Distribusi BPS Kota Cirebon, Ketua Tim Sensus Ekonomi 2026, serta media di Kota Cirebon sebagai perwakilan pelaku usaha. Kegiatan ini juga dipantau langsung oleh BPS Jawa Barat dan BPS Pusat sebagai bagian dari pengawasan pelaksanaan sensus secara nasional.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Statistik Sektoral, Herro Yudhistira, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga praktik langsung pengisian data oleh peserta.
“Terima kasih atas kehadirannya untuk mendukung suksesnya sensus ekonomi tahun 2026. Hari ini kita tidak hanya menyimak, tetapi juga bersama-sama mengisi data sensus dengan pendampingan dari BPS,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Distribusi BPS Kota Cirebon, Ujang Mauludin, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak, termasuk di Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya peran responden dalam memberikan data usaha yang akurat.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap Bapak/Ibu dapat memberikan data yang tepat dan akurat terkait kegiatan usaha. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan sensus di Kota Cirebon akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026, dengan melibatkan 255 petugas sensus yang akan turun langsung ke lapangan. Peserta kegiatan turut mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pendataan serta difasilitasi untuk melakukan pengisian data usaha.
“Bagi yang sudah mengisi kami ucapkan terima kasih, dan bagi yang belum, kita fasilitasi untuk mengisi bersama. Kami pastikan data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan langsung terintegrasi ke pusat,” tambahnya.

Setelah pemaparan materi mengenai tujuan dan manfaat sensus ekonomi, peserta diarahkan pada sesi praktik pengisian data usaha masing-masing. Dalam sesi ini, peserta dapat berkonsultasi apabila mengalami kendala, sehingga potensi kesalahan pengisian dapat diminimalisir dan kualitas data yang dihasilkan tetap terjaga.
Pendekatan ini dinilai efektif karena tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung sebagai responden. Dengan demikian, data yang dihimpun diharapkan mampu mencerminkan kondisi riil kegiatan usaha di lapangan.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan berskala nasional yang dilakukan oleh BPS untuk memotret kondisi riil seluruh kegiatan usaha di Indonesia, di luar sektor pertanian. Data yang dikumpulkan mencakup jumlah dan karakteristik usaha, tenaga kerja, hingga skala dan distribusi ekonomi. Informasi ini menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan ekonomi, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa pembangunan yang tepat sasaran tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan data yang akurat dan terpercaya. Oleh karena itu, keterlibatan aktif pelaku usaha sebagai responden menjadi elemen kunci dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Penulis: Elsi Yuliyanti
Penyunting: Meisari
Dokumentasi: Radya Alendra Ashkii Ottay (Siswa CIP SMA Edu Global)
Penyelenggara Bidang Statistik Sektoral
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon, 45134
https://dkis.cirebonkota.go.id
Instagram: @dkiskotacirebon @pemdakotacrb @ppidlapor.cirebonkota